Minggu, 27 Juni 2021

CARA TUHAN MENJADIKAN KITA BERBUAH LEBAT

 

RHEMA HARI INI

Amsal 3:5  – Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

 

Prinsip penting yang harus dipahami dalam proses bercocok tanam adalah tidak ada tanaman yang dapat berbuah dalam waktu singkat. Untuk bisa berbuah  lebat, setiap tanaman harus melewati berbagai proses, mulai dari pembibitan, pemupukan, disiram, dijemur di bawah sinar mentari, lalu disiram lagi. Saat mulai tumbuh besar, daun dan rantingnya harus dipangkas serta dibersihkan. Jika tanaman dapat berbicara, pasti ia akan berteriak kesakitan saat daun atau rantingnya dipangkas. Namun tanpa ia sadari, itulah proses ketika tubuhnya dibersihkan agar dapat menerima asupan gizi dan oksigen yang lebih baik untuk pertumbuhannya. Ranting yang dibersihkan justru memberikan kesempatan bagi pohon untuk menghasilkan bahan makanan yang cukup, yang kemudian disalurkan ke batang dan akhirnya kepada buah.

Demikian juga dengan hidup kita di tangan Tuhan. Ada kalanya kita juga perlu dipangkas dan dibersihkan agar dapat berbuah lebat. Untuk bisa berbuah dan menjadi berkat, ada harga yang harus dibayar, yaitu membiarkan Tuhan memangkas serta membersihkan karakter atau kebiasaan hidup yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Proses pembersihan atau pemangkasan dari Tuhan ini bisa melalui masalah hidup.  Dibersihkan itu biasanya terasa sakit secara jasmani dan mental. Kadang membuat kita berteriak kesakitan. Namun seperti tanaman yang dipangkas, proses yang menyakitkan ini akan mendatangkan kebaikan bagi kita.  Ketika kita mau tunduk pada prosesnya, Tuhan pun akan memberikan perhatian secara khusus kepada kita.

Karena itu, percayalah bahwa apa pun masalah atau ujian kehidupan yang kita alami, semua itu adalah bagian dari rencana Tuhan untuk menjadikan kita berbuah lebat. Jadikan masalah dan ujian kehidupan sebagai sarana untuk lebih berserah dan mendekat kepada-Nya. Belajarlah tunduk kepada otoritas Tuhan di tengah proses pruning. Tetap percaya, tetap bersyukur, tetap memuji Tuhan, tetap layani Tuhan, tetap setia, dan tetap berharap kepada Tuhan. Percayalah, babak pruning akan segera berakhir dan berubah menjadi babak baru yang penuh dengan buah yang lebat dan kemenangan yang hebat!

 

RENUNGAN

MILIKI HATI YANG PERCAYA sekalipun di tengah proses pruning dari Tuhan

 

APLIKASI

  1. Apakah saat ini Anda merasa sedang mengalami proses pruning/pemangkasan oleh Tuhan? Jika ya, dalam hal apa Anda merasa dipangkas oleh Tuhan? Dosa, kejahatan, atau kekuatiran? Sebutkan!
  2. Apakah proses pruning/pemangkasan yang Anda alami membuat Anda makin dekat atau jauh dari Tuhan? Jelaskan!
  3. Bagaimana Anda bisa memiliki hati yang percaya sekalipun di tengah proses pruning dari Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI

Tuhan Yesus, kami mohon ampun akan masih banyaknya dosa dan kesalahan dalam hidup kami. Kami ingin belajar membiarkan dan mengizinkan Engkau untuk memangkas dan membersihkan hidup kami. Ajar kami untuk dapat berserah dan percaya, bahwa Engkau akan membuat kami menjadi pribadi yang baru, sesuai dan seturut dengan kehendakMu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

 

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Yehezkiel 11-13    Yakobus 1